Pramono Tegaskan Pendidikan Kunci Perbaiki Kehidupan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali menegaskan peran penting pendidikan dalam mengubah nasib dan memperbaiki taraf hidup masyarakat. Hal ini disampaikannya dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama jajaran Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta di Kantor Dinas Pendidikan DKI, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).
"yang paling utama adalah pendidikan,"
Ia kemudian membagikan kisahnya dalam mendapatkan beasiswa hingga bangku perkuliahan. Pendidikan yang ditempuhnya dengan kedisiplinan tersebut menjadikannya sebagai sosok pemimpin saat ini.
"Bahwa kata kunci dalam keluarga kalau ingin ada perubahan, maka yang paling utama adalah pendidikan. Sekali lagi, pendidikan," ujar Pramono.
Kolaborasi Pemprov DKI-YouTube Perkuat Pendidikan dan Kesehatan MentalMeskipun APBD DKI mengalami pengurangan akibat pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH), namun ia menegaskan, bahwa sektor pendidikan tidak boleh terdampak. Pramono menjamin anggaran untuk bantuan program pendidikan seperti KJP, KJMU, hingga pemutihan ijazah tidak akan dikurangi.
Karena itu, ia menginstruksikan jajarannya agar melakukan pembangunan berbagai fasilitas publik melalui pembiayaan non-APBD dengan mengandalkan transparansi dan kepercayaan publik.
Dalam kesempatan ini, Gubernur juga menyampaikan rencana Pemprov DKI dalam membentuk LPDP Jakarta. Pada tahap awal, Pemprov DKI akan memberangkatkan setidaknya 100 penerima beasiswa pada tahun depan.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI memperluas pemberian KJMU hingga jenjang pendidikan S3 sehingga dapat memberikan kesempatan kepada masyarakat Jakarta memperbaiki kehidupannya.
Melalui acara ini, Gubernur pun mengapresiasi peran pendidik dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta.
"Saya ingin berterima kasih kepada saudara-saudara sekalian yang telah menjaga, merawat pendidikan di Jakarta sekarang ini Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan mudah-mudahan ini semua akan terus kita bisa jaga bersama-sama," ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana melaporkan, acara silaturahmi ini dihadiri oleh 233 para kepala sekolah dari berbagai jejang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, hingga SMA.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur yang memberikan perhatiannya kepada program pendidikan Jakarta, salah satunya dengan tidak mengurangi alokasi anggaran bantuan KJP, KJMU, dan pemutihan ijazah.
"Di tengah kondisi keuangan yang sama-sama kita tahu, tapi Bapak Gubernur tidak mengurangi penerima manfaat untuk KJP Plus. Sebanyak 707.513 peserta penerima manfaat dengan anggaran yang enggak sedikit, Rp1,6 triliun setiap tahapnya," ungkapnya.
Terkait program pendidikan gratis yang telah berjalan di 40 sekolah swasta, Nahdiana menyampaikan akan menambah lagi 63 sekolah. Sehingga total akan terdapat 103 sekolah swasta yang akan menjalankan program pendidikan gratis ini mulai Juli 2026.
Nahdiana pun menegaskan komitmen Dinas Pendidikan untuk mewujudkan sekolah yang nyaman dan aman sehingga bisa menjadi rumah kedua bagi para siswa. Salah satunya dengan menjalankan program kantin sehat dan menerapkan pembatasan gawai melalui program Phone Free Zone.
"Lalu kami juga membuka ruang-ruang seni kepada siswa yang Bapak juga buka pada saat ada di depan Sarinah. Bagaimana anak-anak kami juga memanfaatkan ruang-ruang untuk mendukung tercapainya Jakarta Global City yang berbudaya," tandasnya.